motor listrik

Setrum Motor Listrik Bikin Cuan, Siapa Untung?

Baru-baru ini komisaris Utama PT Pertamina, Pak Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok meramalkan, akan ada ancaman nyata bagi Pertamina sebagai penyedia bahan bakar minyak untuk roda dua dan roda empat. Ahok mengatakan, saya yakin enggak sampai lima tahun lagi SPBU itu bakalan sepi karena banyak orang akan pakai motor listrik. Padahal kebanyakan operasional SPBU itu diisi oleh kendaraan roda dua. Saya belum sempet ngobrol langsung dengan Pak Ahok tentang hal ini. Tapi menurut saya ramalan beliau itu masuk akal banget. Kok bisa? Yuk kita kupas bersama di artikel ini.

Benarkah motor listrik akan menjadi masa depan industri transportasi di Indonesia dalam waktu dekat ini? Dan apa saja keunggulan dan kekurangannya? Siapa pemain pemain utamanya? Dan apa strategi bisnis mereka dalam mendisrupsi industri motor konvensional? Melalui artikel ini saya akan jelaskan untuk Anda.

motor listrik

Motor Listrik vs Motor Bensin

Di tahun 2017 rata-rata penjualan per tahun kendaraan bermotor roda dua enam kali lebih banyak daripada roda empat. Kita lihat sendiri kan ya betapa sepeda motor yang mendominasi atau jadi raja jalanan. Nah bicara tentang motor listrik apa sih keunggulannya dibandingkan dengan motor biasa yang menggunakan bahan bakar bensin. Setidaknya ada empat keunggulan dari motor listrik.

Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik

Berikut keunggulan dan kekurangan motor listrik yang dapat kami rangkum.

1.Ramah lingkungan

Jelas ya karena mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan oleh motor berbahan bakar bensin.

2.Dari sisi biaya

Biaya pengecasan baterai motor listrik itu juga lebih irit dibandingkan biaya BBM. Sebagai ilustrasi untuk mengisi baterai dua KWH hingga penuh Butuh Waktu lima jam dengan tarif dasar listrik PLN sekitar Rp 1.444. Maka sekali isi hingga penuh hanya butuh 2889 rupiah saja uang tersebut bisa digunakan untuk jarak tempuh 60 KM. Nah kalau kita bandingkan dengan bahan bakar bensin harga bensin Ron 90 per liter saja kan sudah Rp 7.650. Itu belum bisa untuk 60 KM. Jadi sudah kebayang ya kira-kira perbandingannya.

3.Penggunaan suku cadang

Penggunaan suku cadang pada motor listrik jauh lebih sedikit dibandingkan motor bensin. Nggak perlu tuh ada penggantian oli mesin, oli transmisi atau pelumas lainnya. Service yang dibutuhkan paling cuma penggantian kampas rem atau minyak rem saja.

4.Tidak berisik

Terakhir motor listrik Nggak berisik. Suara mesinnya yang kecil dan halus itu jauh dibandingkan dengan motor bensin ya.

Walaupun di sisi lain masih ada sejumlah hal yang jadi pertimbangan konsumen dalam membeli motor listrik. Motor listrik menggunakan energi baterai yang hanya mampu menyimpan daya untuk beberapa jam saja. Sehingga kalau Anda ingin bepergian jauh, Anda harus mempertimbangkan dulu nih jarak tempuhnya dan daya baterainya. Hal ini bersinggungan dengan kekurangan yang berikutnya, yaitu masih kurangnya kemudahan mengisi ulang baterai.

Memang saat ini pemerintah bekerjasama dengan para perusahaan besar untuk membangun stasiun pengisian atau penggantian baterai di beberapa wilayah di indonesia. Tapi pertambahannya masih terlalu sedikit, terlebih lagi bagi mereka yang bukan tinggal diperkotaan pastinya lebih susah ya untuk mendapatkan stasiun pengisian baterai ini. Satu hal lagi nih yang jadi pertimbangan konsumen yaitu kondisi Indonesia rawan banjir.

Pada dasarnya motor listrik itu bisa dan aman digunakan saat musim hujan sebab pabrikan sudah membuat komponen atau part motor listrik yang kedap air namun tetep aja ya tidak disarankan bagi para pengguna motor listrik nantinya untuk menerjang banjir seperti perilaku umumnya para pengendara motor di Indonesia pada saat ini.

Baca Juga :  Zack Snyder's Justice League vs Avengers: Fakta Film Superhero Terbaik

Kecepatan motor listrik juga lebih pelan dibandingkan motor konvensional, karena daya mesinnya hanya melibatkan dorongan aliran listrik dari baterai. Sehingga enggak bisa secepat motor konvensional. Jadi bagi anda yang suka ngebut nih dijalan ya faktor ini mungkin membuat anda agak ragu untuk membeli motor listrik.
Selain itu sebagaimana umumnya produk yang baru, saat ini harga operasional motor listrik masih relatif mahal.

Suku cadang yang tersedia juga belum banyak. Perusahaan belum menjalankan pertambahan infrastruktur secara masif karena merasa penggunaan kendaraan listrik masih sedikit. Sedangkan sebaliknya para pengemudi juga masih ragu membeli mobil listrik atau motor listrik karena infrastruktur dirasakan masih kurang memadai. Jadi ini polemik khas atas adopsi inovasi yang kerap kita temui di dunia bisnis. Mana nih yang harus kita dulu kan ayam dulu atau telur dulu.

motor listrik

Setrum Pemerintah di Motor Listrik

Tidak lama lagi kita berharap harga motor listrik akan makin terjangkau seiring bertambahnya pengguna. Apalagi pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya mendorong pengembangan kendaraan bermotor listrik di tanah air. Presiden Jokowi juga bertekad agar Indonesia mampu berpartisipasi aktif dalam rantai pasok global. Yaitu sebagai penyedia bahan baku utama baterai mobil listrik atau motor listrik.

Data Kementerian BUMN menunjukkan Indonesia punya cadangan nikel yang merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik terbesar di dunia, yaitu 21 juta ton. Presiden Jokowi telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan pengembangan Industri Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Perpres ini antara lain membahas insentif fiskal dan nonfiskal dari pemerintah pusat dan juga daerah kepada pelaku industri. Juga penyediaan infrastruktur pengisian listrik. Menyusul proses tersebut, di tahun 2020 sejumlah Kementerian terkait seperti Perindustrian, Perhubungan serta Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan peraturan menteri untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik pada kegiatan transportasi.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi mendorong adanya skema pembelian kendaraan tanpa baterai, yaitu dengan konsep tukar baterai atau Swap baterai. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang bergerak dibidang tersebut diantaranya PT Energi Selalu Baru dan PT Swap Energi Indonesia. Jadi Bayangkan nih di masa depan kalau motor listrik Anda tahu-tahu Lowbat di tengah jalan, nggak usah khawatir. Anda tinggal menuju mini market terdekat yang menyediakan slot baterai lalu tuker deh baterai yang kosong dengan baterai yang sudah terisi penuh. Hingga 2025 pemerintah menargetkan bisa memproduksi sebanyak 600.000 mobil listrik dan 2,45 juta unit untuk motor listrik.

motor listrik

Persaingan Motor Listrik

Di Indonesia produksi kendaraan listrik sudah dimulai tahun ini. Untuk kendaraan motor listrik, PT Wika Industri Manufaktur atau Wima memproduksi Gesits, Motor listrik pertama di Indonesia. Satu kontainer sepeda motor listrik Gesits itu sudah diekspor ke Senegal. Bangga juga kita ya kalau produk otomotif Indonesia bisa dipasarkan juga nih keluar negeri.

Pemain lainnya adalah Gogoro Motor Listrik Manufaktur asal Taiwan yang paling dulu memperkenalkan sistem baterai yang telah digunakan oleh gojek dan menjadi Mitra dalam penyediaan supply baterai. Para mitra ojek online mengatakan bahwa tarikan motor listrik rasa mulus dan biaya operasional yang dikeluarkan untuk kendaraan juga menurun sekitar 30% perbulan. Lumayan signifikan juga ya.

Baca Juga :  Intel vs AMD : Kisah Rivalitas 50 tahun yang Sarat Pelajaran

Nah ada nih satu produsen motor listrik terbaru namanya Volta. Yang keunggulannya telah menerapkan Battery Replacement system alias sistem ganti batre atau SGB pada produk-produknya. Baterainya pun dijual sepaket dengan motornya atau ketika bermotor sudah dapet baterai disana. Setiap produk kendaraan listrik yang diproduksi atau yang ada di Indonesia saat ini cukup beragam dan bersaing satu sama lainnya.

Biasanya yang membedakan antar Produk adalah sistem swap baterainya dan voltase yang dimiliki oleh baterai hingga kecepatan yang bisa ditempuh itu berbeda, disesuaikan dengan spesifikasi dan harga Setiap brand-nya. Proses pengisian daya atau charging itu berbeda juga untuk setiap brand. Rata-rata motor listrik memakan waktu sekitar empat sampai delapan jam.

Beberapa brand juga menyediakan fast charging yang cukup memakan satu setengah sampai tiga jam saja untuk setiap pengisiannya. Dan pengisian bisa dilakukan di rumah dengan ukuran voltase yang tepat. Atau bisa juga dilakukan di SPLU yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia khususnya perkotaan. Terlepas dari masih adanya keraguan Bagi sebagian kalangan, respon dari pasar Indonesia terkait dengan motor listrik itu terhitung positif.

motor listrik

Volta yang Optimis

Sekarang mari kita lihat industri motor listrik dari sudut pandang pelakunya. Saya yakin anda akan dapat belajar banyak dari beliau. Beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan founder dan direktur PT Volta Indonesia Semesta, Pak Willty Awan. Beliau adalah profesional yang sudah mapan berkarir di sebuah perusahaan otomotif, tapi kemudian lulusan teknik mesin Universitas Tarumanegara ini berani banting setir dan merintis usahanya sendiri.

Memilih menjadi pebisnis yang tentunya penuhdengan ketidakpastian, PT Volta Indonesia semesta mulai membuka pabrik kendaraan listrik pertama di kawasan industri Terboyo Timur, Semarang Jawa Tengah pada Oktober 2017. Dan karena ketika itu Peraturan Presiden belum terbit maka Volta mulai dari memproduksi sepeda listrik yang dipasarkan pada Februari 2018 sambil merintis uji coba motor listrik mereka.

Ketika Peraturan Presiden akhirnya dikeluarkan di Agustus 2019 volta berhenti memproduksi sepeda listrik dan fokus hanya memproduksi motor listrik saja. Volta 401 adalah motor listrik buatan volta yang pertama dan dipamerkan di IIMS motobike Hybrid show 2020 di moto village Jakarta. Model Volta 401 ini dibekali dinamo 1500 watt dengan jarak tempuh 60 km dalam satu kali charge. Dinamonya ada dua bongkah baterai, sehingga dapat membawa motor berjelajah hingga 120 km. Hal itu menjadi keunggulan dari volta selain tentu saja sistem ganti baterainya.

Bayangkan saja ya Anda lagi bawa motor listrik terus baterainya mau habis, kan tidak mungkin Anda pulang untuk ngecas atau numpang ngecas di rumah orang lain. Dengan sistem ganti baterainya volta ini anda cukup datang ke stasiun ganti baterai terdekat terus tukar deh baterai Anda yang udah lowbat dengan baterai yang baru. Dan perjalanan Anda pun bisa berlanjut. Di awal 2021 Volta menawarkan test drive motor listrik mereka kepada perusahaan logistik SiCepat. Dan pada April 2021 secepat dan MCS Group membentuk company baru bernama PT Sinergi Selalu Baru atau ISB yang kemudian bergabung dengan Volta.

motor listrik

Perkembangan Volta Indonesia

Pada November 2021, Volta membangun pabrik khusus untuk sepeda motor listriknya di kawasan industri candi Semarang. Yang memproduksi motor listrik roda dua dan juga roda tiga. Jadi menarik nih, ada simbiosis mutualisme atau pertemuan strategis 2 kepentingan. Perusahaan logistik SiCepat dengan puluhan ribu pengendara memiliki kebutuhan motor yang besar, di saat yang sama perlu mengurangi biaya operasional.

Baca Juga :  Racun Yang Merusak Cyberpunk 2077 ; Pelajaran Penting Untuk Manajemen

Sedangkan disisi lain, Volta punya produk motor listrik hemat energi yang ingin dipasarkan. Sinergi itu juga menghadirkan sebuah konsep bisnis baru di bidang energi yang mana mereka mengembangkan bisnis Stasiun Ganti Baterai atau SGB. Stasiun SGB ini akan dibangun di gerai-gerai secepat yang tersebar di kota-kota besar. Saat ini sudah ada sekitar 100 tahun SGB di Jabodetabek yang bisa digunakan. Dengan demikian pemilik motor listrik nggak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah jalan.

Stasiun-stasiun SGB ini nantinya enggak hanya untuk motor volta saja, tapi juga produk lainnya atau motor yang lainnya yang kompatibel akan bisa menggunakannya. Hal ini menjadikan bisnis itu sebagai sumber Cuan baru yang sangat menjanjikan bagi volta. Saat ini sudah ada 10.000 unit motor volta yang beredar sebagai Armada antar jemput paket dari sicepat. Kita bayangkan ya 10.000 unit motor lalu-lalang di jalanan, masuk ke dalam perumahan-perumahan. Itu pastinya akan jadi promosi berjalan ya untuk setiap produk Volta.

Untuk mengkapitalisasi peluang itu, maka model penjualan volta yang awalnya masih bisnis ke bisnis akan ditambahkan dengan B2C atau Bisnis to Consumer per Tahun 2022 ini. Willty optimis bahwa dalam dua atau tiga tahun kedepan, Volta bisa jadi pemimpin pasar di ceruk motor listrik. Dengan sistem ganti baterai yang dimiliki Volta tadi apalagi jika dilihat dari spesifikasi yang ditawarkan, harga motor listrik volta itu cukup bersaing.

Maka optimisme Willty beralasan, karena disaat yang sama pertumbuhan motor listrik itu terhitung eksponensial. Sementara perusahaan Jepang sepertinya belum akan masuk ke motor listrik. Jadi persaingan terjadi dengan sesama pemain baru saja yaitu Gesits, Volta, Gogoro serta brand-brand lain yang sama-sama baru. Mumpung pemain besar belum masuk kita bisa duluan bergerak menguasai pasar begitu kata Pak Willty.

motor listrik

Penutup

Dalam jangka panjang kendaraan listrik akan lebih efisien secara ekonomi dan lebih ramah lingkungan. Dengan dukungan dan difasilitasi pemerintah, Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi produsen kendaraan listrik. Dan dari sosok pebisnis seperti Pak Willty, kita belajar bagaimana ia cermat membaca perkembangan industri yang digelutinya. Ia visioner yang berpikir beberapa langkah kedepan. Sehingga ia bisa termasuk dalam first mover atau pemain awal di pasar motor listrik yang masih baru dan terbuka luas.

Volta juga cepat menangkap peluang kolaborasi dengan partner strategis sicepat. Dan mereka bersama berinvestasi membangun stasiun untuk sistem ganti baterai. Strategi yang sangat menarik karena menjadikan Volta motor listrik berada selangkah lebih maju dari brand lain yang belum memiliki stasiun serupa. Belajar dari kisah Pak Wilty dan Voltanya, Mari kita refleksi sejauh mana anda tajam membaca peluang di industri saat ini. Seberapa berani anda bergerak keluar dari zona nyaman anda untuk menangkap peluang itu. Seberapa Anda mampu merajut sinergi untuk menciptakan lompatan nilai bagi pelanggan Anda.

Selalu ada risiko untuk jadi pelopor tentu saja, demikian juga beresiko untuk sekedar diam dan menunggu. Yang pasti mahakarya tidak lahir dari benchmarking. Mahakarya lahir dari sebuah visi, dibentuk oleh keberanian, diwujudkan oleh perjuangan. Yang bisa jadi banyak orang memandang sebelah mata, bahkan mencibir. Gak apa, mereka cuman belum paham saja. Yang penting kita sadar bahwa hidup cuma sekali lalu mau jadi apa kita? Inovator atau Pengekor?