microsoft mesh

Microsoft Mesh, bukan Meta, Siapakah Yang Akan Menguasai Metaverse?

Hanya dalam hitungan hari sejak Mark Zuckerberg mendeklarasikan komitmennya membangun Metaverse, Satya Nadella CEO Microsoft mengumumkan rencana pembangunan metaverse nya sendiri yaitu peluncuran Microsoft Mesh. Jelas Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang ingin menguasai metaverse. Banyak perusahaan lain yang siap berperang untuk menguasai lapak-lapak di platform virtual yang digadang akan menjadi masa depan dari internet itu. Dalam artikel ini kita akan mengeksplorasi perusahaan mana saja yang tengah membangun metaversenya sendiri. Kemudian menukik membahas peran penting Microsoft dalam mengakselerasi hadirnya metaverse dalam keseharian kita.

Facebook mendefinisikan metaverse sebagai seperangkat ruang virtual yang dapat anda ciptakan dan jelajahi dengan orang lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama dengan anda. Simpelnya metaverse adalah sebuah dunia virtual yang kita semua bisa hidup bermain dan bekerja di dalamnya. Silahkan simak penjelasan lengkapnya di artikel seputarkerja https://seputarkerja.id/facebook-metaverse/ ini.

microsoft mesh
microsoft mesh

Perlu dipahami bahwa metaverse tidak dimiliki atau dibangun oleh satu perusahaan saja. Sama seperti internet, metaverse adalah sebuah platform bersama yang semua orang dapat membangun dunia virtualnya sendiri di atasnya. Kita sebagai pengguna dapat berpindah-pindah dari satu dunia ke dunia lainnya sama seperti sekarang kita bisa pindah dari satu layanan online ke layanan online lainnya.

Maka penting bagi perusahaan yang akan membangun dunianya dalam metaverse untuk menjadi first mover, yaitu masuk lebih dulu dan menarik sebanyak mungkin pengguna awal untuk hidup di dalamnya. Dengan begitu dunia ciptaannya akan menjadi default world. Menjadi rumah tinggal tempat bermukimnya para pengguna. Sementara dunia-dunia yang lain yang datang belakangan hanya akan menjadi tempat rekreasi saja. Nah dengan begitu peluang perusahaan first mover tadi yang masuk lebih dulu untuk bisa mengeruk keuntungan lebih banyak dari pengguna akan jauh lebih besar dibandingkan perusahaan yang datangnya belakangan.

microsoft mesh
microsoft mesh

Pertempuran di Dunia Metaverse

Perusahaan mana sajakah yang tengah bergerak untuk membangun metaverse? Jika kita baca artikel-artikel di internet, banyak ya sebenarnya perusahaan yang bergerak untuk membangun metaverse tetapi menurut kami ada lima perusahaan yang layak untuk diperhitungkan. Apa sajakah perusahaan itu?

1. Facebook

Yang pertama jelas Facebook. Facebook mengubah nama perusahaannya menjadi Meta untuk menunjukkan komitmennya membangun metaverse. Facebook atau Meta juga siap menggelontorkan dana 10 Miliar US Dollar atau setara 140 Triliun Rupiah tahun ini untuk membangun metaverse versinya. Metaverse versi Facebook alias Meta ini nantinya bisa kita akses melalui perangkat VR miliknya bernama Oculus. Anda dapat menjadi siapapun, apapun, dan melakukan apapun yang biasa anda lakukan di dalam kehidupan nyata anda dan bahkan lebih di dalam metaverse itu.

Walaupun gagasan tentang metaverse sudah lama ada namun tidak bisa dipungkiri ya bahwa Facebook lah yang membuat metaverse jadi pembicaraan semua orang. Sayangnya saking ambisius nya metaverse versi Mark Zuckerberg ini dia memperkirakan bahwa kita baru benar-benar bisa menikmatinya satu dekade mendatang.

Baca Juga :  Zoho vs Salesforce : Takklukan Industri Tanpa Dukungan Investor!
microsoft mesh
facebook meta

2. Epic Game

Yang kedua adalah Epic Games Fortnite. Epic adalah perusahaan dibalik fenomena video game Fortnite sebuah permainan pertempuran online gratisan yang dapat dimainkan dengan berbagai mode permainan. Saat ini Fortnite sudah berkembang lebih dari sekedar permainan online. Epic Games Fortnite sudah menjadi platform sosial dimana para pemain dapat bergaul, berpesta, menonton konser musik virtual, hingga menghadiri acara peluncuran film Star Wars terbaru bersama sang direktur JJ Abrams. Selain dapat mendandani avatar mereka dengan kostum yang unik, para pemain juga dapat membangun pulau dan permainan mereka sendiri.

Epic juga memiliki mesin game bernama unreal yang telah digunakan untuk mengembangkan banyak game-game populer saat ini. Banyak kalangan menilai bahwa fortnite merupakan representasi yang paling dekat dari sebuah metaverse.

microsoft mesh
epic games

3. Roblox

Yang ketiga adalah Roblox. Kebanyakan orang melihat Roblox sebagai sebuah permainan online. Roblox lebih dari itu, roblox adalah sebuah platform Global tempat jutaan orang berkumpul bersama setiap harinya untuk membayangkan, membuat, dan berbagi pengalaman satu sama lain di dunia tiga dimensi buatan mereka sendiri. Dengan definisi itu maka jelas bahwa Roblox merupakan sebuah versi dari metaverse. Bahkan founder dan CEO Roblox David Baszucki mengatakan bahwa sejak diluncurkannya Roblox sudah bertujuan untuk memberi pengguna dan pengembang cara untuk menciptakan dunia digital.

Akhir-akhir ini David menyebutkan bahwa nantinya para pengguna dapat berbelanja dan menjalankan bisnis di dunia Roblox. Saat ini Roblox sudah memiliki ekonomi virtual sendiri yang didukung oleh mata uang Robux miliknya.

microsoft mesh
roblox

4. NVIDIA

Yang keempat adalah Nvidia perusahaan pembuat chip komputer yang sangat terkenal ini membangun Nvidia Omniverse. Sebuah platform terbuka yang mudah dikembangkan dan digunakan untuk kolaborasi virtual dan simulasi fisik tiga dimensi yang akurat secara real-time. Para kreator, designer, peneliti, dan Insinyur dapat menghubungkan alat, desain, aset, dan proyek untuk berkolaborasi dan melakukan iterasi dalam ruang virtual bersama-sama.

Omniverse yang saat ini sudah bisa digunakan untuk menciptakan Digital Twin dari dunia nyata diyakini akan menjadi alat yang sangat penting untuk digunakan dalam membangun dunia kita dalam metaverse.

microsoft mesh
NVIDIA

5. Microsoft

Yang kelima adalah Microsoft. Sebuah perusahaan yang tidak perlu kami perkenalkan lagi ini serius untuk mengembangkan metaverse versinya sendiri yaitu Microsoft Mesh. Dalam event Ignite 2021 yang hanya berselang beberapa hari semenjak Facebook mengumumkan merubah nama perusahaannya menjadi Meta, Satya Nadella memaparkan visi metaverse yang tengah mereka bangun. Berbeda dengan Facebook dan juga seperti yang bisa kita duga, Microsoft fokus membangun metaverse untuk konteks perusahaan atau enterprise. Tujuannya mendorong produktivitas kerja para karyawan. Banyak pihak yang menilai bahwa Microsoftlah dengan Microsoft Mesh dan bukan Facebook yang akan pertama kali membawa kita masuk ke dalam metaverse. Loh kok bisa begitu ya?

microsoft mesh
microsoft mesh

Microsoft Mesh The Conqueror Akankah Mengalahkan Meta?

Berbeda dengan Facebook atau Meta yang ingin melompat langsung ke virtual reality dengan mengembangkan Horizon Work Rooms dan Horizon Walls yang bisa diakses melalui headset Oculus miliknya, Microsoft justru memilih untuk membangun metaversenya secara lebih membumi dan gradual. Alih-alih menunggu hingga teknologi VR menjadi mainstream dan platform metaverse benar-benar bisa mewujud, Microsoft justru memilih untuk menggunakan teknologi yang kini sudah umum digunakan oleh banyak orang.

Baca Juga :  Untung Rugi Kerja Work From Home Dan Cara Mengoptimalkannya

Selain itu Facebook Meta berambisi untuk mengubah gaya hidup kita secara total dengan masuk ke dalam dunia ciptaannya di metaverse. Kalau Microsoft lain, justru Microsoft berinisiatif untuk membawa metaverse ke dalam dunia kita saat ini. Anda hanya perlu menggunakan Microsoft Mesh yang disebut sebagai gerbang Microsoft ke metaverse. Microsoft Mesh adalah platform mix reality yang dimaksudkan untuk mempermudah kolaborasi. Solusi ini dirancang untuk memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi di lokasi fisik dan virtual secara lebih efektif.

Dalam Microsoft Mesh anda dapat berbagi ide dengan anggota tim dimanapun mereka berada dan sensor dapat melacak gerakan anda sehingga anda dapat berinteraksi dengan konten digital seolah-olah anda sedang menyentuhnya secara bersama-sama dikehidupan nyata. Nah kerennya adalah untuk menggunakan Microsoft Mesh anda hanya membutuhkan smartphone atau laptop atau pc anda saat ini. Tidak diperlukan headset yang berat dan mahal. Tentu saja jika anda mau anda bisa menggunakan beragam pilihan headset AR atau VR yang sekarang itu sudah tersedia di pasaran.

Sebagai langkah awal Microsoft mengatakan bahwa pada paruh pertama Tahun 2022 para pengguna Microsoft Teams akan dapat menggunakan Microsoft Mesh di aplikasi tersebut. Dan bisa muncul sebagai avatar dalam rapat-rapat online. Perusahaan-perusahaan juga dapat membangun ruang virtualnya sendiri dalam Microsoft Teams sebagai ruang kerja bersama. Salah satu use case yang sudah berjalan saat ini adalah lingkungan kerja virtual yang Microsoft buat untuk Accenture. Dimana ratusan tim telah bekerja bersama dalam ruang virtual mereka sendiri-sendiri. Accenture juga menjalankan onboarding puluhan ribu karyawan dari seluruh dunia menggunakan teknologi dari Microsoft ini.

microsoft mesh
microsoft mesh

Metaverse Mass Adoption dan Membaca Kebiasaan Pengguna

Pekerjaan kemungkinan akan menjadi use case utama untuk adopsi metaverse. Bukankah kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja. Dengan lebih dari 250 juta orang yang secara aktif menggunakan Microsoft Teams untuk bekerja dan berkolaborasi maka Microsoft ada dalam posisi yang strategis untuk mempercepat adopsi teknologi metaverse Microsoft Mesh kepada masyarakat. Di industri teknologi adopsi massal di awal ini sangat penting. Siapa yang teknologinya diadopsi lebih dulu maka ia akan mampu membangun kebiasaan pengguna yang akan menguntungkannya. Selain itu Network Effect atau efek jaringan yang tercipta akan dapat menarik pengguna yang lebih banyak lagi. Itu sebabnya banyak startup membakar uang di awal. Harapannya produk atau layanan nya akan diadopsi dalam skala yang masif.

Mari kita kembali ke pertengahan tahun 80-an disaat kebanyakan orang menggunakan komputer untuk pertama kalinya di tempat kerja. Perusahaan-perusahaan saat itu membeli komputer untuk karyawan karena komputer membuat mereka lebih produktif. Kemudian begitu para karyawan itu terbiasa menggunakan komputer di tempat kerja, mereka pun ingin membeli komputer untuk rumah mereka sendiri. Lalu karena jumlah komputer rumahan akhirnya meningkat maka aplikasi-aplikasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan seperti games dan apapun itu juga ikut meningkat jumlahnya.

Baca Juga :  Squid Game, Game Theory Dan Ilusi Persaingan Bisnis

Akibatnya masyarakat pun semakin massif mengadopsi teknologi komputer pribadi. Hal yang sama kemungkinan besar akan terjadi pada teknologi Virtual Reality seperti komputer pribadi, adopter awal dari virtual reality adalah karyawan perusahaan yang ingin meningkatkan kolaborasi kerja jarak jauh. Nantinya karyawan-karyawan tersebut akan tertarik untuk menggunakan virtual reality untuk aktivitas diluar pekerjaan hingga kemudian memicu adopsi besar-besaran metaverse oleh masyarakat umum. Inilah yang membuat Microsoft sebagai perusahaan yang paling berpeluang untuk menguasai metaverse sebelum pemain-pemain lainnya dan Microsoft Teams dan Microsoft Mesh adalah kuda Troya yang digunakan untuk merebut kemenangan itu.

microsoft mesh
microsoft mesh

Siapa Yang Akan Menjadi Pemenang di Metaverse?

Satu hal lagi yang dapat membuat Microsoft Mesh mengalahkan Meta dalam memimpin metaverse. Facebook atau Meta memiliki masalah dengan privasi. Dokumen internal telah dirilis yang menguraikan penerapan kebijakan moderasi yang tidak konsisten dari Facebook. Facebook juga dituduh memprioritaskan pertumbuhan daripada keamanan data pengguna. Sementara Microsoft disisi lain adalah pemimpin pasar dalam hal privasi data.

Ketika diurutkan berdasarkan 10 tema yang paling penting bagi industri media sosial menurut kartu skor tematik media sosial Global data, Microsoft berada di posisi pertama secara keseluruhan. Sementara Meta berada di peringkat ke-20. Maka kemungkinannya perusahaan-perusahaan saat ini belum siap mempercayai data dan informasi berharga mereka ke Facebook atau Meta dalam waktu dekat ini. Dan itu jelas menguntungkan Microsoft Mesh dalam upayanya menarik sebanyak mungkin perusahaan hidup di dalam metaversenya.

Microsoft diduga akan menjadi pemenang dalam pertarungan memperebutkan Market Share dari metaverse, lalu siapa yang akan jadi runner-up nya? Nah kalau menurut kami adalah Epic Games. Sekarang ini Fortnite memiliki 350 juta pemain secara global dengan 80 juta diantaranya aktif bermain setiap bulannya. Nah seperti yang saya sebutkan sebelumnya, fortnite itu bukan hanya sekedar platform game. Semakin kesini fortnite semakin dikenal sebagai platform sosial.

microsoft mesh
microsoft mesh

Selain bekerja bukankah kita menghabiskan banyak waktu untuk bermain dan melakukan aktivitas sosial? Lalu bagaimana dengan Google atau Apple, apakah kedua perusahaan raksasa itu tidak ikut bersaing membangun metaverse? CEO Google Sundar Pichai melihat masa depan Google ada di mesin pencari dan kecerdasan buatan, bukan di metaverse. Google sudah pernah melakukan beberapa upaya yang ternyata kurang berhasil dalam mengembangkan produk virtual dan Augmented Reality. Bertahun-tahun yang lalu Google meluncurkan Google Glass yang gagal total secara fenomenal.

Sementara Apple sepertinya lebih fokus mengembangkan teknologi Augmented Reality bukan Virtual Reality. Tapi tentu saja ya Apple is Apple. Kita tidak pernah benar-benar tahu apa sih yang Apple sedang kembangkan sampai kita melihatnya nanti saat peluncurannya. Bisa jadi Apple akan jadi kuda hitam yang menyalip di tikungan ditengah pertempuran menguasai metaverse. Akankan Microsoft Mesh, Meta, atau perusahaan lainnya yang akan berhasil menguasai metaverse?

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat ya!