Tesla Bot

TESLA BOT dan Masa Depan Pekerjaan Manusia

Tanggal 20 Agustus lalu Elon Musk mengumumkan bahwa dia akan memproduksi Tesla Bot, sebuah robot yang bentuknya seperti manusia . Idenya bagus ya, dia buat robot untuk menggantikan manusia dalam mengerjakan kerjaan yang berbahaya, yang repetitif dan juga manual. Sehingga manusia bukan hanya terhindar dari marabahaya tapi kita juga bisa fokus mengerjakan sesuatu yang punya value added yang lebih tinggi yang hanya manusia bisa lakukan.

Tesla Bot
Tesla Bot

Pertanyaan kenapa bentuknya harus humanoid? Bentuknya seperti manusia dan apa dampaknya bagi bisnis? Apa dampaknya bagi para pekerja? Ide robotisasi ini sebenarnya bukan barang baru dan sudah banyak kajian yang mengkajinya dan sebenarnya tanpa sadar kita sekarang sedang hidup di tengah-tengah robot di kerjaan kita. Nah pertanyaannya adalah ini kabar baik untuk kita atau sebenarnya justru jadi kabar buruk bagi kita. Yuk langsung saja kita simak kajian-kajian nya dan kita temukan bagaimana kita seharusnya merespon robotisasi di artikel berikut!

Apakah Manusia Memerlukan Tesla Bot ?

Kita mulai dengan melihat apa yang salah dengan Tesla Bot. Elon musk mengatakan bahwa Tesla Bot ini dibuat untuk membantu kita melakukan pekerjaan-pekerjaan harian yang itu sebenarnya tidak usah manusia yang lakukan. Contohnya misalnya kita mau belanja ke supermarket. Kita bisa minta Tesla Bot ini untuk pergi ke supermarket kemudian beli beras, beli minyak goreng, beli kentang kemudian bayar di kasir lalu pulang ke rumah. Kalau cuma seperti itu saja sebenarnya sudah ada solusinya dong, kita langsung ambil handphone saja lalu buka aplikasi online. Kemudian kita belinya secara online dan tiba-tiba barangnya dah sampe rumah kita kan bisa ya?

Kalau mau agak worth it yang mengantar ke rumah bukan manusia lah ya tapi drone misalnya. Intinya ada solusi sekarang yang udah lebih simpel, efektif dan lebih murah lagi. Terus ngapain kita perlu ada Tesla Bot untuk melakukan itu. Yang kedua yang saya juga tidak paham kenapa kok harus humanoid dan bentuknya manusia ya.

Elon Musk mengatakan bahwa Tesla Bot itu ditujukan untuk menggantikan manusia melakukan kerjaan yang berbahaya, yang repetitif, yang membosankan dan itu kan spesifik seharusnya. Nah berarti kalau kita perlu bantuan robot untuk mengerjakan kerjaan spesifik maka mestinya kita butuh robot yang spesifik. Misalnya Tesla itu punya banyak robot di pabriknya. Yaitu ada robot khusus untuk pasang pintu, robot yang khusus pasang dashboard, robot yang khusus memasang ban ,robot untuk mengecat mobil dan tidak ada satupun dari robot-robot di pabriknya Tesla itu kan yang berbentuk manusia.

Yang bagus kalau robot yang seperti itu yang spesifik tugasnya dan bukan seperti Tesla Bot. Seperti memasang ban, robot yang bentuknya mudah untuk mengecat, robotnya bentuknya lebih spesifik sesuai tugasnya. Mobil Tesla itu sendiri itu sebenarnya robot. Robot yang bisa mengantar kita pindah dari suatu tempat ketempat yang lain tanpa intervensi manusia. Kita tinggal bilang saja “saya mau pergi ke kantor dong”. Kita langsung diantar ke kantor sampai ke lobinya.

Tesla Bot
Tesla Bot

Lalu misalnya kita butuh robot untuk bersihin rumah. Kalau imajinasi jaman dulu itu ada robot yang bentuknya manusia kemudian dia yang vacum cleaning rumah kita. Sebenarnya ngapain juga ya, kenapa tidak vacum cleanernya itu robot yang otomatis bersihin kita rumah tanpa harus ada intervensi manusia dan itu kan sudah ada. Kita sebenarnya tanpa sadar sudah hidup berdampingan dengan robot.

Baca Juga :  Bisnis Permainan LEGO Pernah Hampir Bangkrut Karena Terlalu Nafsu Berinovasi

Pekerjaan kita juga sudah dibantu oleh robot. Mungkin robotnya itu tidak seperti Tesla Bot atau mungkin seperti robot yang ada di pabriknya Tesla yang besar ukurannya. Tapi misalnya kita bekerja lalu bertemu dengan customer yang kemudian dia menyampaikan informasi data tentang dirinya dan datanya dimasukkan kedalam komputer anda untuk memverifikasi datanya benar atau tidak.

Setelah anda klik enter kemudian masukkan data lalu ratusan data tadi bisa langsung terverifikasi. Sebenarnya siapa yang melakukan verifikasi itu? Robot sebenarnya yang bekerja di balik layar, begitu mereka ambil data yang teman-teman input tadi. Kemudian diatur dengan data dari sekian banyak database analisa. Lalu menyimpulkan bahwa oke ini datanya sudah terverifikasi. Sebenarnya teman-teman sudah bekerja berdampingan dengan robot bahkan sebelum ada Tesla Bot kan?

Robot Yang Dibutuhkan Oleh Manusia Dalam Pekerjaannya

Atau misalnya dalam kehidupan sehari-hari ya. Misalnya teman-teman ada pertanyaan yang ingin diajukan ke sebuah perusahaan kemudian anda gunakan aplikasi mobilenya. Kemudian anda pakai fitur chatnya, anda mulai mengajukan pertanyaan. Tidak lama kemudian dapat jawaban. Anda tanyakan lagi dapat jawaban lagi. Peluangnya besar bahwa yang jawab chat anda itu bukan manusia tapi robot namanya chatbot.

Nah jadi memang robot itu sudah ada diantara kita beberapa tahun terakhir ini. Ada istilah yang sangat populer di kalangan korporasi yaitu RPA (Robotic Process Automation). Ini sebenarnya adalah sebuah software yang bisa membantu manusia untuk mengeksekusi pekerjaan yang sifatnya repetitif, rutin, manual yang mana itu dikerjakan oleh robot tadi sehingga manusia bahkan tidak perlu mengintervensi apapun.

Dia terima jadi saja yang saya contohkan di awal. Yang orang lakukan verifikasi itu sebenarnya itu bagian dari RPA yang yang sangat sederhana. Ini bisa jadi sangat sangat kompleks sehingga tanpa kita sadari sebenarnya banyak dari kerjaan-kerjaan yang sebenarnya dulunya itu dilakukan oleh manusia itu sudah diambil alih oleh mesin. Ketika pandemi datang proses digitalisasi perusahaan-perusahaan itu menjadi terakselerasi. Yang mana salah satu diantaranya adalah proses untuk memindahkan pekerjaan-pekerjaan yang rutin yang repetitif dan manual tadi untuk dikerjakan oleh robot.

Manusia Sudah Hidup Berdampingan Dengan Robot

Apa yang sekarang tengah terjadi itu bukannya kemudian bertanya kapan robot itu mulai memasuki dunia kerja dan pelan-pelan menggantikan kerjaan kita? Bukan kapan tetapi memang sudah terjadi. Pertanyaannya adalah terakselerasi nya seberapa cepat. Ini adalah apa yang terjadi di 2020 kemudian dibandingkan dengan apa yang akan terjadi di tahun 2025. Hampir disemua jenis pekerjaan ini akan lebih banyak diambil alih oleh mesin. Yang dikerjakan oleh manusia itu berkurang.

Pertanyaan selanjutnya adalah kerjaan yang kayak apa aja sih yang itu berpeluang besar untuk tergantikan oleh mesin. Oke teman-teman Bisa lihat gambar berikut ini Kira-kira pekerjaan teman-teman terancam atau tidak nih?

Tesla Bot
Tesla Bot

Sekarang kita lihat grafik yang satu ini nih. Ini masih dari McKinsey.

TESLA BOT dan Masa Depan Pekerjaan Manusia
Tesla Bot

50% dari aktivitas pekerjaan yang kita lakukan sekarang itu secara teknis tuh bisa di otomasi menggunakan teknologi yang ada pada saat ini. 6 dari 10 pekerjaan itu ternyata 30 persennya adalah aktivitas yang memang bisa di otomasi. Oke kita lanjut, 400 Pekerjaan itu akan tergantikan oleh mesin dengan proses otomasi nya. Bahkan kalau misalnya adopsinya itu semakin cepat bisa sampai 800 juta pekerjaan itu tergantikan oleh mesin.

Baca Juga :  Self Management Skills : Cara Mengatur Waktu Dengan Mudah
Tesla Bot
Tesla Bot

Kalau lihat dari data OECD ditemukan bahwa 14 persen dari pekerjaan yang ada di negara-negara yang tergabung dalam OECD itu nanti berpeluang besar untuk tergantikan oleh otomasi oleh mesin sementara 32% berpeluang untuk separuhnya tergantikan oleh mesin.

Tesla Bot
Tesla Bot

Mungkin teman-teman berpikir ya oh tenang aja lah itu kan mungkin akan tergantikan itu orang-orang yang senior yang mungkin kerjaannya lebih repetitif, lebih manual, atau yang tidak terlalu mahir menggunakan teknologi. Ternyata tidak, temuan OECD juga mengkhawatirkan yaitu yang nantinya akan tergantikan oleh robot mesin dengan proses otomasi tadi bukan hanya yang senior.

Tetapi juga yang Junior yang baru masuk kerja. Pertanyaannya kok bisa? Bukannya yang baru masuk kerja itu kan orang-orang yang biasanya technological savvy yang biasa menggunakan teknologi kan? Jawabannya adalah karena orang-orang yang baru masuk kerja biasanya menjalankan kerjaan yang sifatnya manual dahulu yang sifatnya rutin dahulu, repetitif dahulu. Anak muda itu yang lulus dari kampus pun bisa jadi akan tergantikan dengan robot juga. Itu membuat kita itu panik jadinya.

Robot telah mengambil alih kerjaan kita, terus bagimana nasibnya manusia nanti? Iya betul bahwa robot akan mengambil alih sebagian dari kerjaan kita. Tapi yang menarik adalah sejarah menunjukkan bahwa dengan hadirnya teknologi baru, maka kerjaan baru akan tercipta. Dan biasanya jumlah pekerjaan yang tercipta itu melampaui jumlah pekerjaan yang terambil alih oleh teknologi. Dulu ketika komputer pertama kali diperkenalkan itu orang-orang juga panik pada waktu itu. Mereka khawatir kerjaan mereka akan diambil alih oleh komputer.

Pekerjaan Baru Karena Hadirnya Robot

Tetapi kan kenyataannya gara-gara adanya komputer, muncul lapangan pekerjaan baru yang sebelumnya itu tidak ada. Hal yang sama akan terjadi dengan robot. Robot juga walaupun nanti pada akhirnya akan menggantikan beberapa pekerjaan. Robot juga nanti akan membuka peluang-peluang kerja baru dan profesi-profesi baru. Jenis-jenis pekerjaan yang bahkan sekarang ini untuk kita membayangkannya saja tidak bisa.

Kembali ke kajiannya McKinsey ditemukan bahwa permintaan atas pekerjaan di tahun 2030 itu meningkat secara drastis karena justru munculnya teknologi baru. Prediksi terendahnya itu 21 persen. Prediksi tertingginya itu 33 persen. Pertanyaannya adalah kerjaan apa nih yang nantinya akan dilakukan oleh tenaga kerja yang meningkat tadi permintaannya. Dan pertanyaannya Juga kerjaan yang seperti apa yang itu akan tergantikan oleh mesin. Kalau kita lihat di data ini ini dari feature of job survey yang dilakukan oleh World Economic Forum.

Tesla Bot
Tesla Bot

Kira-kira profesi teman-teman sekarang ini ada nggak di dalam list itu yang bakalan tergantikan yang akan berkurang nanti jumlahnya. Atau teman-teman justru ada di sisi sebelah kiri yang justru itu akan meningkat demandnya. Dan kemudian Anda mulai harus bisa menyiapkan diri.

Karena bagaimana caranya supaya anda tetap bisa relevan dan tetap dibutuhkan oleh industri. Ketika memang Robotic itu sudah menjadi keseharian kita dan semakin diadopsi oleh perusahan-perusahan yang ada di Indonesia. Apa sih sebenarnya yang perlu kita lakukan dan bagaimana kita merespon ini semua yang memang ini sesuatu yang tidak bisa kita hindari.

Baca Juga :  Zoho vs Salesforce : Takklukan Industri Tanpa Dukungan Investor!

Skill Yang Kita Butuhkan Untuk Update

Teknologi itu tidak bisa kita hentikan, peradaban itu kita tidak bisa kita stop. Dia akan terus menggelinding maju, bergerak maju. Karena kita tidak bisa menghentikan hadirnya otomasi robotics dan mesin-mesin pintar ini. Maka kita harus pertama belajar untuk bisa bekerja bersama dengan mereka. Yang kedua adalah kita harus meningkatkan kapabilitas kita yang itu robot gak bisa lakukan.

Nah ketika kita punya capability baru itu. Maka peluang kita untuk tetap punya nilai atau harga yang tinggi di pasar tenaga kerja jadi masih tetap besar karena kita relevan dengan zamannya. Skill apa aja sih yang itu diprediksi akan benar benar dibutuhkan di masa yang akan datang dan bahkan yang saat ini pun juga sudah mulai tinggi demandnya. Yuk kita lihat gambar berikut ya!

Tesla Bot
Tesla Bot

Ini adalah 15 skill yang paling diperlukan tahun 2025 menurut World Economic Forum. Lihat dan sekali lagi ukur diri sendiri. Kira-kira saya punya skill itu tidak? Kalau misalnya teman-teman merasa kalau saya lemah disitu. Sudah saatnya teman-teman untuk update diri, latih diri teman-teman semuanya, challenge dan tempa diri teman-teman semuanya supaya punya skillset ini. Oke jadi kesimpulannya robot itu baik atau buruk bagi kita. Kalau menurut saya sih robot itu baik untuk kita.

Kenapa? karena seperti yang dikatakan oleh Elon Musk yaitu robot bisa menggantikan kerjaan-kerjaan kita yang berbahaya, yang repetitif, yang rutin, yang manual. Sehingga kita jadi punya waktu dan tenaga untuk melakukan pekerjaan lain yang valuenya lebih tinggi.

Misalnya deh Coba teman-teman lihat dimana kerja di perusahaan yang betapa banyak waktu yang teman-teman alokasikan untuk kerjaan yang tadi itu. Yang sebenarnya ini tidak harus saya yang mengerjakannya. Sebenarnya robot maupun Tesla Bot bisa melakukannya dan software pun bisa tetapi kenapa masih saya. Sehingga teman-teman semuanya punya aspirasi ini untuk melakukan inovasi, untuk lebih mengenal pelanggan dengan lebih baik, untuk mengorganisir sesuatu yang itu akan baik bagi perusahaan. Tapi kita tidak pernah punya waktu itu.

Tesla Bot
Tesla Bot

Penutup

Teman-teman mungkin mau belajar, ingin menjalankan site project di perusahaan untuk untuk ningkatin capability diri, tetapi tidak punya waktu. Kenapa? Karena Terjebak di kerjaan kerjaan yang tadi. Bayangkan kalau kerjaan yang tadi itu akhirnya bisa di take over oleh robot, oleh mesin, oleh proses automation. Nah bagi teman-teman yang pengusaha kalau kerjaan teman-teman banyak yang bisa dikerjakan oleh robot, mesin dan otomasi. Teman-teman akan punya waktu lebih banyak untuk main sama keluarga kan?

Yang mungkin selama ini haknya anak-anak terampas oleh kerjaan anda yang begitu sibuk. Anda bisa dapatkan itu kembali. Jadi kabar baik? bagi saya Kabar baik. Tapi tentu saja dia akan menjadi kabar baik kalau ada syaratnya. Kalau kita memang siap untuk dunia yang memang akan dipenuhi oleh robot itu.

Maka sekaranglah waktunya untuk kita upgrade diri, tempa diri kita, bekali diri kita dengan kemampuan-kemampuan yang memang hanya manusia bisa lakukan. Sesuatu yang punya value yang tinggi yang itu robot gak bisa lakukan. Selamat mengembangkan diri anda, menempa diri anda dan menang di era robot ini. Mudah-mudahan artikel tentang Tesla Bot dan masa depan pekerjaan manusia ini bermanfaat untuk kamu ya!

Baca Juga : 2 Langkah Belajar Efektif dan Efisien ala Elon Musk