kredit konsumtif

Kredit Konsumtif: Pengertian, Tujuan, Dan Perbedaan Dengan Kredit Produktif!

Istilah kredit pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda, karena kini menjadi salah satu bagian dari ekonomi masyarakat. Namun tahukah Anda bahwa terdapat jenis kredit, yaitu kredit konsumtif dan kredit produktif, lalu apa perbedaan dari kedua jenis kredit tersebut?

Pada artikel ini akan berfokus membahas kredit konsumtif yang mungkin belum dipahami oleh banyak orang. Dalam hal ini, penting untuk memahami pengertian, tujuan atau fungsi masyarakat menggunakan kredit jenis ini, dan apa perbedaannya dengan jenis kredit produktif.

kredit konsumtif
Kredit Konsumtif

Memahami Apa Itu Kredit Konsumtif!

Berdasarkan asal katanya, sebenarnya mudah dipahami makna atau pengertian dari kredit jenis konsumtif itu sendiri. Singkatnya kredit yang memang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, dimana sifat kredit ini tidak produktif.

Maka jenis ini berupa pinjaman yang memang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan tertentu peminjamnya. Baik kebutuhan pokok atau primer dalam kehidupan sehari-hari, maupun kebutuhan sekunder atau tambahan, atau bahkan tersier.

Pada intinya, kredit ini tidak memiliki nilai produktif atau memberikan keuntungan secara finansial baik jangka panjang maupun pendek. Hal ini kerap tidak disadari oleh orang yang mengambil kredit, sehingga jika untuk tujuan bisnis, hindari kredit jenis konsumtif tersebut.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Minuman Modal Rp 300rb : Bisakah Untung Besar?

Bagaimana Bank Memberikan Layanan Kredit Konsumtif?

Layanan kredit konsumtif ini juga diberikan oleh bank, sama dengan layanan kredit produktif. Namun layanan ini diberikan kepada nasabah untuk kebutuhan pribadi, biasanya dengan besaran nominal tertentu yang sesuai dengan dana kredit tersebut, pencairannya juga secara bertahap.

Bank yang memberikan layanan jenis kredit ini biasanya akan memberikan pinjaman dengan sistem pembayaran sesuai dengan kesepakatan dengan nasabah yang mengambil kredit tersebut. Sistem kredit ini juga memiliki bunga setiap bulan dengan besaran sesuai dengan kesepakatan bersama.

Angsuran yang harus dibayarkan juga bervariasi, disesuaikan dengan nilai kredit masing-masing nasabah. Nili ini akan berbeda juga sesuai dengan beberapa faktor, mulai dari besaran bunga setiap bulannya, periode kredit yang diambil oleh nasabah, dan total kredit itu sendiri.

kredit konsumtif
Kredit Konsumtif

Apa Tujuan Atau Fungsi Kredit Konsumtif?

Kredit sendiri merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup, apapun jenis kebutuhannya. Tentunya, kredit jenis ini juga memiliki tujuan atau fungsi yang menjadikannya banyak diminati oleh para nasabah bank di Indonesia. 

1. Untuk Kebutuhan Harian

Kredit konsumtif memang kerap digunakan sebagai jalan keluar atau alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian. Hal ini karena misalnya keuangan sedang mengalami masalah, sehingga harus mengajukan kredit untuk memenuhi kebutuhan hidup harian.

Hal ini akan sangat membantu, karena jenis kredit ini akan lebih cepat cair, dan jumlah pinjamannya bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda untuk membayar setiap bulannya. Dan tentunya tidak perlu mengambil kredit dengan nominal yang besar layaknya kredit produktif.

2. Untuk Kebutuhan Mendesak

Sesuai dengan pernyataan sebelumnya, bahwa kredit konsumtif ini dapat dicairkan dalam waktu dekat. Sehingga sangat membantu untuk keperluan mendesak, misalnya karena memerlukan uang dalam waktu dekat dan ada batas waktu pembayarannya.

Baca Juga :  Investasi Rendah Risiko, Cocok Bagi Investor Pemula!

Maka Anda bisa mengajukan kredit jenis ini, sesuai dengan kebutuhan mendesak tersebut. Namun harus tetap dipikirkan kemampuan mencicil, serta kesepakatan mengenai bunga dan besaran cicilan dengan pihak bank, jangan sampai Anda rugi karena kesepakatan yang tidak sesuai.

kredit konsumtif
Kredit Konsumtif

Perbedaan Kredit Konsumtif Dan Kredit Produktif

Untuk lebih memahami apa itu kredit jenis konsumtif, maka Anda bisa membandingkannya dengan jenis kredit lainnya, yaitu kredit produktif. Kredit produktif ini secara umum merupakan kredit yang dilakukan untuk kebutuhan atau keperluan produktif.

1. Tujuan Kredit

Perbedaan pertama terletak pada tujuan kredit itu sendiri, jika kredit konsumtif bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau harian. Maka kredit produktif berguna untuk kebutuhan yang bersifat produktif, misalnya untuk bisnis atau usaha.

2. Perputaran Uang

Perputaran uang pada kredit jenis konsumtif akan cepat habis, bahkan bisa habis dalam sekejap. Karena uangnya memang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan, apalagi yang memang mendesak. Sehingga tidak ada perputaran uang untuk melakukan produksi.

Lain halnya dengan kredit produktif yang memang digunakan dengan tujuan untuk diputarkan uangnya agar bisa mendapatkan keuntungan dari produksi. Misalnya untuk modal usaha atau bisnis, sehingga akan mendapatkan uang dari bisnis tersebut.

3. Nominal

Perbedaan paling mendasar yang ketiga adalah nominal antara kredit konsumtif dan kredit produktif yang berbeda. Biasanya, untuk kredit jenis konsumtif memang nominalnya lebih sedikit karena hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi saja.

Sedangkan untuk kredit produktif, karena memang digunakan untuk modal bisnis atau usaha, maka pinjaman kredit yang bisa diambil akan lebih besar. Namun risikonya adalah bertanggung jawab dan mampu menjalankan usaha dengan lancar, sehingga mendapatkan keuntungan.

kredit konsumtif
Kredit Konsumtif

Apa yang Perlu Diwaspadai Dari Kredit Konsumtif?

Pada dasarnya, baik kredit jenis konsumtif maupun kredit produktif, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam hal ini, kredit konsumtif memang harus Anda waspadai, agar tidak menimbulkan masalah keuangan atau ekonomi.

Baca Juga :  Ketahui Cara Investasi Apartemen Yang Tepat Dan Keuntungannya

Kredit jenis konsumtif ini akan menjadi tanggungan Anda hingga dilunasi, dengan tidak adanya sumber pemasukan dari uang tersebut. Maka untuk mengurangi risiko terjebak kredit jenis konsumtif yang tinggi, Anda harus bisa mengelola keuangan dengan lebih baik.

Jika pengelolaan keuangan baik, maka dana untuk kebutuhan hidup harian serta dana mendesak bisa Anda siapkan tanpa harus mengajukan kredit ke bank. Pertimbangkan juga kebutuhan hidup yang harus Anda penuhi dengan kemampuan Anda untuk membayar cicilan kredit tersebut.

Tanya Jawab Seputar Kredit Konsumtif

Apa itu kredit konsumtif?

Kredit bersifat konsumtif adalah jenis pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan kepada individu untuk tujuan pengeluaran pribadi seperti pembelian barang elektronik, liburan, atau pendidikan.

Apa perbedaan antara kredit konsumtif dan kredit produktif?

Kredit yang konsumtif digunakan untuk tujuan konsumsi pribadi, sedangkan kredit produktif digunakan untuk investasi dalam bisnis atau proyek produktif.

Bagaimana cara mengajukan kredit konsumtif?

Anda bisa mengajukan kredit yang konsumtif dengan mengunjungi bank atau lembaga keuangan, mengisi formulir aplikasi, dan menyediakan dokumen seperti KTP, slip gaji, dan informasi keuangan pribadi.

Apa risiko yang terkait dengan kredit konsumtif?

Risiko utama kredit yang konsumtif adalah terlilit utang berlebihan jika tidak dikelola dengan baik. Bunga tinggi dan keterlambatan pembayaran bisa membuat utang semakin besar.

Bagaimana cara menghindari masalah keuangan dengan kredit konsumtif?

Untuk menghindari masalah keuangan, penting untuk mengikuti rencana pembayaran, hanya meminjam sesuai kebutuhan, dan memastikan memiliki dana untuk membayar cicilan kredit secara teratur.

Pada akhirnya, kredit konsumtif maupun produktif memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bijaklah dalam menentukan jenis kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda dengan pertimbangan matang. Maka Anda memiliki hak untuk menentukan akan menggunakan kredit yang mana, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan dan hal-hal lainnya.